STUDI BANDING PENGELOLAAN KAWASAN HUTAN DI SINGAPURA

 

         Minggu (26/8), pihak City Eco Mark Yogyakarta melakukan studi banding ke negara tetangga, yaitu Singapura. Adapun yang menjadi kajian utama dalam studi banding ini ialah menata konsep pengelolaan kawasan hutan kota secara optimal untuk kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan kota. Studi banding di Singapura ini berlangsung selama 4 hari, terthitung tanggal 26 Agustus 2018 – 29 Agustus 2018. Kegiatan studi banding ini juga dihadiri langsung oleh Rektor Institut Teknologi Yogyakarta (ITY), Prof. Dr. H. Chafid Fandeli yang sekaligus menjabat sebagai Direktur Utama City Eco Mark,  Sekretaris Umum CEM, Masrur Alatas, S.T, M.Eng, dan bebrapa perwakilan dosen dari ITY.

        Dengan adanya kegiatan studi banding ini, diharpkan konsep dari pengelolaan kawasan hutan kota di Singapura dapat diterapkan di kawasan Hutan Kota APY, sehingga tujuan dari pengelolaan kawasan Hutan Kota APY dapat tercapai lebih optimal.

Penanaman Bibit Pohon

City Eco Mark (CEM), terus menjalankan berbagai program, salah satunya adalah bentuk kerja sama CEM dengan BPDAS-HL Yogyakarta dalam uoaya penanaman bibit pohon. Sebelum penanaman bibit pohon dilakukan, CEM bersama mahasiswa dan mahasiswi dari Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) melakukan survey penentuan titik lokasi untuk penanaman bibit pohon di Hutan Kota APY. Diharapkan kegiatan ini akan berlangsur terus menerus dalam upaya konservasi lingkungan di Kota Yogyakarta.

Kegiatan Kuliah Lapangan

Selasa (8/5), Mahasiswa dan Mahasiswi Institut Teknologi Yogyakarta melakukan kegiatan kuliah lapang di hutan kota APY. Kegiatan yang dilakukan adalah menginventarisasi jenis pohon dan melakukan analisis vegetasi yang ada di hutan kota APY. Selain sebagai pemenuhan persyaratan akademik, diharapkan kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa peduli lingkungan, terutama lingkungan sekitar kampus dan tempat tinggal sendiri dengan merawat dan menanam pohon.

Kegiatan Inventarisasi Pohon

Mahasiswa dan Mahasiswi Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) (4/4), melakukan kegiatan inventarisasi pohon di Hutan Kota City Eco Mark-Yogyakarta (CEM-Y) Jalan Balirejo Muja Muju Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan salah satu program kegiatan yang dilakukan CEM-Y sebagai bagian dari pendataan jenis pohon untuk keperluan “Tree Adoption” .

Kegiatan yang pertama dilakukan adalah membuat beberapa plot untuk menentukan pohon yang akan di data. Selanjutnya pendataan pohon dilakukan dengan menentukan titik koordinat pohon, diameter batang pohon, tinggi pohon, lebar tajuk, dan jenis pohon. Pohon yang telah terdata nantinya dapat di adopsi berbagai kalangan, baik Lembaga/Dinas Pemerintahan, Institusi, Akademisi, dan masyarakat umum.

One Student Five Trees

One Student Five Trees

Adalah program City Eco Mark-Yogyakarta dalam mengajak mahasiswa untuk menjaga lingkungan melalui menanam lima pohon tiap mahasiswa selama menempuh kuliah di Institut Teknologi Yogyakarta.

Kerjasama bibit pohon dengan BPDASHL.

 

Rapat Koordinasi, CEM-Yogyakarta dengan Stakeholder

Rapat Koordinasi City Eco Mark (CEM) (15/2), dilaksanakan di Hutan Kota (CEM) Muja Muju dalam rangka koordinasi dengan para stakeholder terkait dengan sinergi progam. Kegiatan ini bertujuan sinergi program dengan pemerintah dan swasta dalam pengelolaan kawasan hutan konservasi. CEM juga akan menjadi wisata edukasi dan adopsi pohon (Tree Adoption).

Dalam sambutannya Prof.Chafid menyampaikan kerjasama antara APY-SMK Perkebunan (YDPP) dan ITY ( YLH) dapat terus berkembang untuk menjaga lingkungan terus lestari dan berkelanjutan serta membangun kerjasama dengan semua pihak. Pada kesempatan ini Prof.Chafid selaku ketua CEM-Yogyakarta telah menandatanggai 4 Sertifikasi Adopter.

CEM-Yogyakarta membuka kesempatan dan kerjasama dengan semua pihak menjaga lingkungan, bahkan terdapat mata air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber air minum kemasan. Agenda kegiatan kedepan CEM akan dijadikan sebagai Eco tourism, Edu tourism, Bio Interpretation, Tree Adoption, Nursery, Cullinary, Play Ground, Ecolodge, Fishing, Tubbing, Renewable Energy dan Water Resources. Sehingga dapat menjadi tempat wisata alternatif berbasis alam di Yogyakarta. (Msr/cemy)

 

(a)                                                                                (b)

Gambar : (a0 Foto kegiatan koordinasi dan (b) pengukuran dan identifikasi pohon adopter